Detail Cantuman

Image of Integrasi keilmuan di UIN Alauddin Makassar (konsep dan implementasi)

Text

Integrasi keilmuan di UIN Alauddin Makassar (konsep dan implementasi)



Dalam perspektif Islam, ilmu itu hanya satu, karena berasal dari sumber yang satu yaitu Allah. Dia adalah al-alim (Yang Maha Mengetahui) sebagai sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Itu sebab, dalam pandangan Islam, tidak ada pemisahan ilmu. Ilmu harus dipelajari seutuhnya. Interkoneksitas ilmu pengetahuan yang diatur berdasarkan disiplin dan bidang harus menjadi keharusan. Itu sebab di masa Islam Klasik, kita mengenal para ilmuan semisal Ibn Rusyd (w.1198 M), Ibn Sina (w.1037 M), al-Biruni (w.1048 M), Al-Khawarizmi (w. 850 M), Al-Ghazali (w. 1111 M), dan Al-Farabi (950 M), yang tidak saja menguasai fisika, kimia, matematika, kedokteran, filsafat, tetapi mereka juga ahli di bidang fikih, tafsir, teologi, tasawuf, dan lain-lain. Mereka benar-benar mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan ke dalam kehidupan mereka.
Problematika pengembangan ilmu pengetahuan saat ini disebabkan hadirnya persepsi atau 'mindset' yang melihat ilmu secara dikotomis. Terjadi pengelompokkan ilmu berdasarkan bidang atau disiplin yang kemudian berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan kepentingan dan perkembangan ilmu tersebut. Ilmu tidak lagi dipandang sebagai sebuah kesatuan konsep yang dapat membangun peradaban manusia secara utuh berdasarkan nilai-nilai ilahiyah. Ilmu diarahkan kepada pengembangan disiplin yang lebih spesifik untuk menjawab berbagai macam tantangan kehidupan manusia.
UIN Alauddin Makassar sebagai sebuah institusi pendidikan yang berlabel agama harus mampu mengembangan ilmu pengetahuan melalui model interkonektitas atau integrasi di berbagai bidang. Buku ini tidak hanya menyajikan gagasan interkonektitas, transintelektualitas dan integrasi keilmuan yang bersifat normatif semata, tetapi memberikan sebuah 'roadmap' dan jalan bagi pengembangan integrasi keilmuan melalui berbagai strategi dan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh UIN Alauddin Makassar. Buku ini bisa menjadi referensi penting bagi siapa saja yang memiliki cita-cita mengembalikan kejayaan intelektualitas Islam seperti pada masa the Golden Age of Islam.
Buku ini berisi tentang:
Bab I Pendahuluan
Bab II Hakikat Ilmu & Pengetahuan
Bab III Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam
Bab IV Aksiologi Ilmu
Bab V Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Masa Klasik-Digital)
Bab VI Interkoneksitas dan Integrasi Keilmuan
Bab VII Roadmap Integrasi Keilmuan
Bab VIII Implementasi Integrasi Keilmuan
Bab IX Penutup



Ketersediaan

Tidak ada salinan data



Informasi Detil

Penerbit Alauddin University Press : Makassar.,
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-328-345-3
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek


Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this


E-books UIN Alauddin Makassar

E-books UIN Alauddin Makassar coming soon.
Info selengkapnya