<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="204">
 <titleInfo>
  <title>Komunitas kajian al-Qur'an (pola pergaulan mahasiswa dalam pengembangan diskursus kajian al-quran di luar jam kuliah formal)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menjadi mengkhwatirkan jika dalam kenyataannya banyak di antara mahasiswa yang di luar waktu perkuliahannya (di waktu-waktu senggang) malah terperangkap dalam ruang-ruang pergaulan individualistik, hedonis, komsumtif, apatis bahkan yang parah yakni sampai tercebur dalam ruang imajinasi pergaulan “teroris”. Semakin menggelisahkan, karena beakangan ini kalaupun mahasiswa tetap memilih hidup berkomunitas, bentuk komunitas yang dipilih terlihat semakin aneh-aneh. Ada yang memilih menghabiskan waktu secara sungguh-sungguh untuk berkomunitas motor scoopy, band-band musik, klub sepakbola, klub fans idola artis-artis dan lain sebagainya, yang kesemuanya lambat laun terbukti memalingkan mereka dari tradisi dan imajinasi keilmuannya. Buku ini hadir untuk memberikan gambaran bagaimana dinamika dan kondisi komunitas kajian al-Quran mahasiswa dengan mengambil sampel di lingkungan mahasiswa tafsir UIN Sunan Kalijaga pada beberapa tahun terakhir, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuh-berkembang dan mundur-tenggelamnya tradisi berkomunitas kajian di lingkungan mereka.&#13;
Buku ini berisi tentang:&#13;
Bab I Pendahuluan&#13;
Bab II Berkomunitas Kajian sebagai “citra” Kota Pendidikan Kota Yogyakarta&#13;
Bab III Berkomunitas Kajian di Kampus: Menyelami Lautan Luas Integrasi Keilmuan UIN SUKA&#13;
Bab IV Diskursus Kajian Al-Quran di UIN SUKA&#13;
Bab V Perkembangan Tradisi Intelektual di UIN SUKA&#13;
Bab VI Limited Group dan LkiS: Komunitas Kajian yang Menginspirasi&#13;
Bab VII Komunitas Kajian Al-Quran di Lingkungan Mahasiswa Tafsir UIN SUKA&#13;
Bab VIII Pergeseran Kultur dalam Tradisi Berkomunitas Kajian Al-Quran Mahasiswa Tafsir&#13;
Bab IX Faktor Pendorong dan Penghambat dalam Tradisi Berkomunitas Kajian Al-Quran Mahasiswa&#13;
Bab X Penutup&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunitas</topic>
 </subject>
 <classification>307</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>307 YUS k</shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>204</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-18 15:23:11</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-18 15:23:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>