<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2">
 <titleInfo>
  <title>Laki-laki dan perempuan identitas yang berbeda:</title>
  <subTitle>analisis gender dan politik perspektif post-feminisme</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nila Sastrawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Era reformasi telah memberikan harapan baru bagi gerakan transformasi demokrasi untuk mewujudkan kehidupan demokratis sebagai mana diperjuangkan banyak kalangan. Banyak agenda-agenda penting khususnya yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan yang sebelumnya terabaikan saat ini kembali menjadi agenda penting untuk diperjuangkan. &#13;
Persoalan mendasar dari beberapa agenda tersebut adalah muatan-muatan yang mengarah pada pentingnya pelibatan perempuan pada berbagai aspek kehidupan sosial dan politik, di mana kondisi tersebut cenderung berbanding terbalik dengan beragam hambatan dan tantangan yang harus dihadapi kaum perempuan salah satunya bermuara pada kebijakan-kebijakan yang tidak berbasis gender. Faktor budaya, sistem sosial, sistem politik, masalah kemiskinan merupakan masalah-masalah yang menjadi penghalang perempuan khususnya untuk berkiprah pada wilayah publik. Realitas ini menunjukkan bahwa perempuan harus memiliki usaha strategis untuk keluar dari hambatan dan tantangan tersebut, sebab faktor budaya, politik, ekonomi merupakan agenda umum yang pada kenyataannya belum tertangani dengan baik sampai saat ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Gender</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Politik perempuan</topic>
 </subject>
 <classification>305.3</classification>
 <identifier type="isbn">9786022376019</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.3 NIL l</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="4" url="" path="/ed2a959652a8d7bb5d0a1ab2f860b0de.pdf" mimetype="application/pdf">View / Download Ebook</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>sampullk.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-15 10:34:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-21 13:22:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>