<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="197">
 <titleInfo>
  <title>Epistemologi kebijakan negara dalam moderasi beragama:</title>
  <subTitle>studi kasus Indonesia, Iran, Turki, dan Australia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abd. Rahim Yunus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara etimologi, moderasi dan Islam merupakan kata-kata yang disatukan menjadi moderasi Islam. Kemudian kata Islam sendiri berasal dari bahasa arab aslama-yuslimu-islaman, yang memiliki arti semantik tunduk dan patuh. Sedangkan moderasi Islam dalam bahasa arab disebut dengan al-Wasathiyyah al- Islamiyyah. Secara   terminologi, moderasi beragama juga dimaknai pola perspektif kita dalam berperilaku dalam beragama secara moderat. Moderasi bermakna memahami dan melaksanakan ajaran agama dengan cara netral atau tidak ekstrim, baik dari sisi fundamentalis kanan maupun liberalis kiri. Sikap moderasi dalam beragama juga bisa diinterpretaikan pada pengajaran atau penebaran pelajaran agama yang tidak hanya berfokus pada membentuk individu yang saleh secara personal sehingga menjadi pribadi yang baik secara vertikal (hablumminalloh), tetapi juga mampu menjadikan perspektif agamanya sebagai fasilitas, panduan, serta alat untuk menghormati orang lain meskipun menganut keyakinan yang berbeda, (hablumminannas).&#13;
Buku ini berisi tentang:&#13;
Bab I Moderasi Beragama: Konsep dan Penerapannya&#13;
Bab II Epistemologi Sebagai Kerangka Filsafat&#13;
Bab III Konflik Antar Umat Beragama&#13;
Bab IV Moderasi Beragama dalam Lokus Epistemologi &#13;
Bab V Pluralisme Agama: Harmoni vs Konflik&#13;
Bab V Toleransi Komunitas Beragama Melalui Pluralisme Beragama di Indonesia, Iran dan Turki&#13;
Bab VI Toleransi Beragama dalam Masyarakat Pluralis dan Kebijakan Negara dalam Moderasi Beragama di Indonesia&#13;
Bab VII Toleransi Beragama dalam Masyarakat Pluralis dan Kebijakan Negara dalam Moderasi Beragama di Iran&#13;
Bab VIII Toleransi Beragama dalam Masyarakat Pluralis dan Kebijakan Negara dalam Moderasi Beragama di Turki&#13;
Bab IX Toleransi Beragama dalam Masyarakat Pluralis dan Kebijakan Negara dalam Moderasi Beragama di Australia&#13;
Bab X Epistemologi Kebijakan Negara dalam Moderasi Beragama: Sebuah Perspektif</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Moderasi beragama</topic>
 </subject>
 <classification>297.28</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.28 YUN e</shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>197</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-18 13:20:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-18 13:20:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>