<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="185">
 <titleInfo>
  <title>Etika pemberitaan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andi Muhammad Fadli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepanjang tahun 2016 hingga 2018, media memberitakan beberapa kasus yang oleh pengamat komunikasi maupun oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dikategorikan sebagai kasus etika penyiaran.  Sebagai contoh, pada Juli 2018, pengamat komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Akhmad Danial menyatakan bahwa kasus Waode Sofia yang dilarang menyanyi dalam acara audisi dangdut di sebuah stasiun televisi tersebut merupakan pelanggaran nyata atas standar perilaku penyiaran.  Lebih jauh lagi, Akhmad Danial menyebutkan bahwa media Indonesia menciptakan citra palsu, berjarak dengan masyarakat, bahkan menutupi keadaan yang sesungguhnya. Dalam konsep yang paling sederhana, etika dimaknai sebagai sistem prinsip-prinsip moral. Etika mempengaruhi cara orang membuat keputusan dan menjalani hidupnya.  Berbagai pertanyaan tentang etika pun bermunculan: Bagaimana seharusnya kita hidup? Haruskah kita membidik kebahagiaan atau pengetahuan, kebajikan, atau penciptaan benda-benda? Jika kita memilih kebahagiaan, apakah itu kebahagiaan kita sendiri atau kebahagiaan banyak orang? Dan pertanyaan apa yang lebih khusus yang kita hadapi: apakah benar  melakukan ketidakjujuran demi kebaikan?. Etika berkaitan dengan apa yang baik bagi individu dan masyarakat dan juga digambarkan sebagai filsafat moral.&#13;
Buku ini berisi tentang:&#13;
Bab I Pengantar Tentang Etika&#13;
Bab II Sejarah Etika&#13;
Bab III Etika dan Komunikasi&#13;
Bab IV Hakikat Jurnalisme&#13;
Bab V Elemen dan Produk Jurnalistik&#13;
Bab VI Medium Massa&#13;
Bab VII Rambu Jurnalistik&#13;
Bab VIII Prinsip Etika Jurnalistik&#13;
Bab IX Etika Antar Budaya&#13;
Bab X Etika Komunikasi Publik dan Digital</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Jurnalistik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Etika publikasi</topic>
 </subject>
 <classification>070.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>070.4 FAD e</shelfLocator>
 </location>
 <slims:image>sampulfix.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>185</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-17 15:31:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-19 11:10:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>