<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="180">
 <titleInfo>
  <title>Dakwah dalam perspektif komunikasi antar budaya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andi Syahraeni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komunikasi antar budaya, adalah upaya yang dilakukan dalam prosesnya sangat mengedepankan pada penghormatan pada budaya lain. Indonesia memilki budaya beragam paka perlu pengetahuan khusus untuk mengerti budaya lain dan tidak saling menyalahkan. Dakwah kultural adalah dakwah yang dilakukan dengan cara mengikuti budaya-budaya kultur masyarakat setempat dengan tujuan agar dakwahnya dapat diterima di lingkungan masyarakat tersebut. Dakwah kultural juga bisa berarti kegiatan dakwah dengan memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas dalam rangka menghasilkan kultur baru yang bernuansa islami atau kegiatan dakwah dengan memanfaatkan adat, tradisi, seni dan budaya lokal dalam proses menuju kehidupan islami. Buku ini mengulas tentang dakwah kultural strategi yang harus dilakukan oleh para da’i, dan diperlukan sentuhan-sentuhan khusus apalagi era sekarang adalah era 4.0, era digital, maka seorang da’i tdk bisa lagi betahan pada konsep konvesional, maka harus 'move on'. Harus juga dipahami bahwa, akulturasi antara Islam dan budaya lokal sudah berlangsung sejak adanya Islam di Indonesia, dan sampai sekarang terus belangsung. &#13;
Buku ini berisi tentang:&#13;
Bab I Dakwah Kultural dalam Konteks Budaya Lokal&#13;
Bab II Seni Sebagai Media Dakwah Kontemporer&#13;
Bab III Akulturasi Islam dan Budaya Lokal&#13;
Bab IV Islam, Akomodasi dan Reformasi Budaya&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Penyebaran Islam</topic>
 </subject>
 <classification>297.74</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.74 SYA d</shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>180</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-17 13:41:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-17 14:01:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>