<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160">
 <titleInfo>
  <title>Intensitas penggunaan media sosial terhadap psychological distress remaja di masa pandemi covid-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syamsir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Julia Fitrianingsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
   <publisher>Alauddin University Press</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hingga Januari 2019 lalu, diketahui persentase pengguna aktif media sosial telah mencapai 45% dari jumlah populasi di dunia. Pengguna sosial media dalam rentang usia 18-24 tahun adalah sebesar 27% dari total pengguna media sosial di dunia. Sedangkan, media sosial yang paling aktif diakses adalah Facebook, Youtube, dan Instagram (Hootsuite &amp; We are Social, 2019). Sebuah laporan dari Royal Society for Public Health (RSPH) bersama Young Health Movement (YMH) juga telah merilis mengenai penggunaan media sosial terhadap kejadian masalah kesehatan mental remaja; depresi, ansietas, kepuasan citra tubuh, bullying, dan FoMO (Fear of Missing Out). Terlepas dari masalah media, remaja merupakan kelompok sosial yang memiliki banyak kebutuhan untuk memiliki  jaringan sosialnya dalam tujuan meningkatkan hubungan interpersonal  sebagai sarana   mengaktualisasikan diri melalui keterampilan interpersonal, namun kejadian Psychological distress merupakan masalah baru yang terkadang tidak dirasakan melebihi keluhan gangguan penyakit Fisik yang terjadi dalam menggunakan media sosial apalagi di masa pandemi Covid-19.&#13;
Buku ini berisi tentang:&#13;
Bab I Intensitas Penggunaan Media Sosial&#13;
Bab II Psychological Distress&#13;
Bab III Tinjauan Umum Remaja&#13;
Bab IV Hasil Penelitian Terkait Kecemasan Remaja karena Penggunaan Sosial Media di SMA Negri 21 Makassar&#13;
Bab V Corona Virus Desease dan Peran Media sosial&#13;
Bab IV Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Remaja&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Psikologi remaja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Media sosial</topic>
 </subject>
 <classification>302.23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>E-books UIN Alauddin Makassar E-books UIN Alauddin Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.23 SYA i</shelfLocator>
 </location>
 <slims:image>sampulsyamsir.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>160</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-16 12:56:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-16 13:22:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>